165 Menit Menikmati Transformers: Age of Extinction


Transformer tampaknya masih memiliki daya tarik yang cukup kuat di Indonesia. Pada pemutaran perdana sampai hari ketiga (27 Juni) penonton masih antri berjubel. Bahkan pemesanan lewat online pun sudah ludes pada pagi hari. Apakah Transformer – Age of Extinction ini benar-benar menarik? Berikut ini sedikit ulasannya.

transformers-age-of-extinction-poster

Berkisah tentang Cade Yeager (Mark Wahlberg), seorang ahli robotik yang mempunyai masalah finansial. Ia kemudian membeli sebuah truk tua untuk diperbaiki dan dijual kembali untuk biaya sekolah anaknya Tessa Yeager (Nicola Peltz). Namun truk tersebut ternyata adalah Optimus Prime. Pada waktu itu pemerintah Amerika telah memutuskan hubungan dengan autobot dan memburu mereka dengan sebuah unit khusus dari CIA dibantu oleh robot deception bernama Lockdown.

Unit tersebut ternyata bekerjasama dengan sebuah perusahaan bernama KSI yang membuat robot replika transformer. Salah satunya adalah Galvatron yang dibuat dari data di potongan kepala Megatron. Namun Galvatron menjadi lepas kendali dan berbalik mengendalikan semua robot replika tersebut.


Poin menarik mengenai Transformer: Age of Extinction:

  • Sam Witwicky (Shia LaBeouf) tidak ada di film Transformer 4. Digantikan oleh tokoh Cade Yeager (Mark Wahlberg).
  • Durasi film cukup panjang yaitu 165 menit atau 2 jam lebih 45 menit. Tapi masih kalah panjang sama YKS 😀
  • Porsi action sangat banyak,mungkin sekitar 85 persen dari keseluruhan cerita.
  • Optimus Prime tampilannya sedikit berbeda dibanding film sebelumnya.
  • Salah satu robot baru yang muncul adalah Dinobot. Sebuah robot purbakala.
  • Banyak produk iklan diselipkan, walau tidak begitu kentara.
  • Linkin Park tidak lagi mengisi soundtrack, melainkan oleh Imagine Dragons.
  • Suaranya mantab terutama saat pesawat Lockdown menyedot logam dibawahnya.
  • Transformer 4 dikategorikan untuk Remaja (13 thn keatas). Ada sedikit pakaian seksi dan adegan kissing.

Ada yang bilang kalau film ini tidak begitu bagus jalan ceritanya. Namun saya sendiri menikmati film ini dari awal sampai akhir. 165 menit berjalan cepat dan tidak membosankan. Mungkin karena saya suka dengan action dan dentuman ledakannya.

Kesimpulannya jika Anda tidak begitu peduli akan jalan cerita dan mencari film yang penuh ledakan dalam durasi panjang maka Transformers: Age of Extinction bisa jadi pilihan.

Semoga Bermanfaat


8 Comments

  1. Aku uda Nonton yang 3D…. Banyak debu seliweran hehe…. keren ni film dan durasinya memang panjang banget sampai hampir ketiduran aku haha – But bukan berarti membosankan

  2. menurut q jelek bgt sih, apalagi bentk robot nya, kok kayak ganti konsep gitu y, optimus bentuknya mirip manusia bgt, lenganya yg melengkung plek lengan manusia, model kakinya, badanya juga plek badan manusia, aksesoris yg di pundak ama selangkangan itu mengganggu bgt, ga penting ada tmbahan kyak gitu, trus pedangnya kok kyak gitu sih, dia kan robot super canggih, elien lagi, masak pedangnya mirip pedang abad pertengahan, gue lebih suka yg lama, robotnya bener2 mencerminkan perubahan dari mobil, mulai ada kaca, ban di samping kakinya, piston, bentuk badanya juga ga plek kyak manusia, pedangnya bentuknya juga pedang elien lah, trus masa optimus bisa terbang kayak gundam, di prequel nya aja, megatron ama star scream berubah dulu jadi jet kalau mau terbang, sumpah ini pelanggaran konsep,..terakhir action nya juga jelek, ngapain coba si mark ikut2an ngelawan lockdown, emang ga mampu optimus sendiri, sampai dia harus bantuin, gue benci bgt nie, apa gunanya optimus jadinya, disini manusia masih terlalu superior, trus lockdown yg garang pas lawan optimus, ditembakin mark udah klimpungan, sumpah jelek bgt nie film..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*