Review Film: Fast & Furious 4

Fast & Furious merupakan film kebut-kebutan mobil kelanjutan dari The Fast and The Furious, 2 Fast 2 Furious dan The Fast and The Furious: Tokyo Drift. Di film keempat ini Vin Diesel yang dahulu membintangi The Fast and The Furious kembali tampil. Judulnya memang hampir mirip dengan yang pertama. Kebetulan karena ingin mencoba bioskop baru di Yogyakarta, akhirnya saya menonton film ini. Berikut ini sedikit reviewnya.

ff4



Kisahnya mengenai Dominic Toretto (Vin Diesel) yang ingin balas dendam atas kematian Letty yang dibunuh oleh kelompok Braga. Kelompok ini menyelundupkan narkotik ke Meksiko lewat mobil balap. Disisi lain ada seorang FBI, Brian O’Conner (Paul Walker) yang juga memburu gembong narkotik tersebut. Mereka berdua menyusup ke kelompok tadi dan akhirnya bekerjasama menangkap pimpinannya. Film ini dihiasi dengan beragam mobil yang bagus, wanita seksi dan tentu saja adegan kebut-kebutan di jalanan.

Adegan Bagus

  • Adegan pembukanya, saat membajak truk bbm. Terutama saat truknya meledak kemudian berputar dan hampir mengenai mobil si botak Dominic Toretto.
  • Saat si Dominic sedang menganalisa di tempat kecelakaan kekasihnya, adegan membayangkan kecelakaan lumayan bagus.
  • Balapan di jalan raya menggunakan GPS seperti di video game.
  • Adegan kejar-kejaran diterowongan, walaupun tidak begitu seru.

Adegan Kurang Sip

  • Cerita agak datar, tapi mudah diikuti.
  • Pergantian gambar kadang terlalu cepat atau dibikin goyang, agak bikin pusing.
  • Semua driver tidak memakai sabuk pengaman, tapi saat kecelakaan parah tetap hidup dengan sedikit luka.
  • Endingnya kurang spektakuler, kurang meledak-ledak seperti openingnya .

Film arahan sutradara Justin Lin ini berhasil  meraih pendapatan 72,5 juta dollar dalam awal pemutarannya dan menggeser  Monsters vs Aliens di urutan pertama box office Amerika.

Karena banyak penonton, saya mendapatkan tempat duduk dideretan paling kiri agak depan. Walaupun tidak depan sekali.  Ternyata menonton dari kolom kiri/kanan memang tidak begitu nyaman. Karena harus sedikit memalingkan kepala. Paling enak dan pas adalah dibagian kolom tengah. Mungkin sebaiknya kursi bioskop bagian kanan dan kiri tidak dibuat lurus melainkan agak miring. Sehingga penonton tidak perlu memalingkan kepala. Pegel juga kalau 2 jam harus miring kepalanya, salah pilih tempat kemarin 😀

Walapun isi cerita agak datar namun secara keseluruhan film ini bagus dan enak ditonton, nilainya 3,5 dari 5 bintang.

Selamat menonton



70 Comments

Leave a Reply

*